Sementara itu, pada Sabtu (7/11/2026), materi edukasi mencakup pengenalan Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Tidak hanya menyajikan kegiatan di ruang seminar, CMSE 2026 juga menyediakan area pameran yang melibatkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant.
Berbagai institusi dan pelaku industri turut berpartisipasi, mulai dari OJK, SRO beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.
Pameran juga diikuti perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta sejumlah mitra lainnya. Kehadiran berbagai peserta tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi secara langsung mengenai ekosistem pasar modal Indonesia, termasuk mengenali produk dan layanan investasi yang tersedia.
Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID
Peningkatan edukasi investasi dinilai semakin penting seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi di pasar modal.
Berdasarkan data BEI per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Angka tersebut menunjukkan luasnya partisipasi masyarakat dalam industri pasar modal. Namun, pertumbuhan investor juga perlu diikuti peningkatan kualitas pemahaman agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan tren atau iming-iming keuntungan.












