Sementara itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menjelaskan bahwa gempa tektonik terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 33 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer di barat daya wilayah pesisir Maasim, Provinsi Sarangani, di Pulau Mindanao. Setelah guncangan utama, otoritas mencatat lebih dari 3.860 gempa susulan yang masih terus dipantau.
Filipina menjadi salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tinggi karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), yakni zona pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif yang kerap memicu gempa bumi dan aktivitas vulkanik.***











