Harga LPG Indonesia dan India Sama-Sama Naik, Mana yang Lebih Mahal?

BeritaBandungRaya.com – Kenaikan harga energi global mulai berdampak langsung ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan India. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara sama-sama menyesuaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG), khususnya untuk segmen non-subsidi dan komersial.

Lonjakan ini dipicu oleh dinamika pasar energi internasional, termasuk gangguan pasokan akibat konflik geopolitik di kawasan Asia Barat.

BACA JUGA: 7 Drama Korea Horor Komedi Rating Tinggi, Seram tapi Bikin Ngakak

Harga LPG Non-Subsidi di Indonesia Resmi Naik

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non-subsidi untuk tabung 5,5 kg dan 12 kg yang berlaku mulai 18 April 2026. Kebijakan ini diterapkan secara nasional dengan penyesuaian harga berbeda di tiap wilayah.

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG 5,5 kg naik sebesar Rp17.000 menjadi Rp107.000 per tabung. Sementara itu, LPG ukuran 12 kg di wilayah Banten hingga Bali kini mencapai Rp228.000, meningkat Rp36.000 dari harga sebelumnya.

Penyesuaian ini dilakukan seiring meningkatnya harga energi global yang turut memengaruhi biaya pengadaan LPG non-subsidi di dalam negeri.

Harga LPG di India Ikut Melonjak

Tidak hanya Indonesia, India juga mengalami kenaikan harga LPG, terutama untuk segmen komersial. Mulai 1 April 2026, harga LPG komersial ukuran 19 kg naik lebih dari INR 195 atau setara sekitar Rp35.683 per tabung.

Di ibu kota Delhi, harga LPG komersial bahkan mencapai ₹2.078,50 per tabung. Namun, berbeda dengan Indonesia, pemerintah India masih menahan harga LPG rumah tangga ukuran 14,2 kg agar tetap stabil, termasuk di wilayah Mumbai.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kebijakan antara LPG subsidi rumah tangga dan LPG komersial di India.