Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi 2026 Tidak Naik, Ini Penjelasan Lengkapnya

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

BeritaBandungRaya.com – Pemerintah melalui Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan sepanjang 2026.

Jenis BBM yang dimaksud mencakup Pertalite dan Solar subsidi yang selama ini menjadi konsumsi utama masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di Istana Merdeka pada Kamis (16/4/2026).

Bahlil bahkan menyebut, kebijakan ini berpotensi dipertahankan dalam jangka panjang, sejalan dengan arahan Presiden.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari Ini 16 April 2026 Turun Tipis, 1 Gram Jadi Rp2,888 Juta

Harga Minyak Dunia Naik, APBN Masih Aman

Meski harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas aman. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) periode Januari hingga April 2026 berada di kisaran US$77 per barel.

Angka ini memang lebih tinggi dibanding asumsi dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel. Namun selisih sekitar US$7 per barel dinilai belum memberikan tekanan signifikan terhadap anggaran negara.

Di sisi global, harga minyak Brent bahkan telah menyentuh kisaran US$94 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$91 per barel.

Kementerian Keuangan Sudah Antisipasi Risiko

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menghitung berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia mencapai US$100 per barel.

Perhitungan tersebut mencakup dampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan target defisit tetap terjaga di kisaran 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp420 triliun yang dapat digunakan sebagai bantalan fiskal jika terjadi lonjakan harga energi yang ekstrem.