Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbauan untuk Warga

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Imbauan untuk Warga

BeritaBandungRaya.com – Cuaca panas ekstrem dan kondisi gerah tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah gerak semu matahari tahunan yang berada di sekitar ekuator atau wilayah selatan ekuator.

BACA JUGA: Sinopsis Dilan ITB 1997, Kisah Cinta dan Gejolak Mahasiswa Jelang Reformasi

Kombinasi Faktor Picu Suhu Tinggi

Selain posisi matahari, kondisi panas semakin terasa akibat kombinasi sejumlah faktor lain, seperti minimnya tutupan awan, peralihan musim, serta dampak pemanasan global.

Wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, saat ini sedang memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Kondisi ini ditandai cuaca yang dinamis, beberapa hari terasa sangat panas namun terkadang masih terjadi hujan lebat,” ujar Ardhasena.

Lima Wilayah dengan Suhu Tertinggi

Berdasarkan data BMKG selama April 2026, sejumlah daerah mencatat suhu ekstrem yang bahkan melampaui 35 derajat Celsius.

Berikut lima wilayah dengan suhu tertinggi:

  • Medan, Sumatera Utara: 36,3°C
  • Ciputat, Banten: 36,0°C
  • Barito Selatan, Kalimantan Tengah: 36,0°C
  • Bengkulu: 35,8°C
  • Bengkulu (Stasiun Klimatologi): 35,6°C

Panas Diprediksi Berlanjut hingga Mei

BMKG memprediksi kondisi panas akan terus berlanjut hingga Mei 2026, seiring masuknya sebagian besar wilayah Indonesia ke musim kemarau.

Pada periode ini, curah hujan cenderung menurun sehingga pemanasan matahari menjadi lebih maksimal.

Bahkan, musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncaknya terjadi sekitar Agustus 2026.