Situasi tersebut membuat kemenangan atas PSIM menjadi target mutlak. Terlebih pada pertemuan pertama musim ini, Persib gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim asal Yogyakarta tersebut.
Baca Juga: PHK di Jawa Barat Capai 1.721 Pekerja pada Kuartal I 2026, Disnakertrans Ungkap Penyebab Utamanya!
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai laga melawan PSIM tidak akan berjalan mudah meski lawan datang sebagai tim peringkat ke-10 klasemen sementara.
Menurutnya, PSIM merupakan tim dengan organisasi permainan yang solid serta memiliki lini pertahanan yang disiplin.
“Mereka tim yang terorganisir dengan baik. Mereka sulit dikalahkan di setiap pertandingan,” ujar Hodak dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti sempitnya waktu persiapan setelah laga tandang menghadapi Bhayangkara FC. Meski demikian, ia optimistis timnya bisa menjaga momentum positif.
“Hanya ada waktu empat hari di antara pertandingan. Tapi hasil dan performa terakhir kami bagus,” katanya.
PSIM Datang dengan Misi Curi Poin
Di sisi lain, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memastikan timnya tidak datang ke Bandung hanya untuk bertahan.
Ia mengaku telah menyiapkan strategi khusus guna meredam agresivitas Persib, terutama dengan memperkuat lini tengah agar para pemain tuan rumah tidak leluasa mengembangkan permainan.
“Kuncinya adalah disiplin di lini tengah. Kami tidak boleh membiarkan pemain mereka memiliki ruang gerak bebas,” ujar Van Gastel.






