
Tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia menghadirkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika berbasis AI yang dirancang untuk mendukung siswa tunanetra.
Baca Juga: Festival Citylink Bandung Hadirkan Wajah Baru Terrazo Food & Venue, Kini Lebih Nyaman dan Modern
Siswa tunanetra masih kesulitan memahami grafik dan diagram dalam materi matematika, sedangkan guru kesulitan menilai langkah pengerjaan soal mereka. Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 4.229 siswa tunanetra bersekolah di SLB di seluruh Indonesia.
NovaSight memiliki lima fitur utama. Annoter mengubah modul matematika menjadi teks naratif agar pembaca layar dapat membacanya secara utuh. Scriber membantu siswa mencatat langkah penyelesaian soal melalui keyboard yang kompatibel dengan pembaca layar. Clarifier menjawab pertanyaan siswa berdasarkan modul pembelajaran dan sumber terpercaya. Quizzer membantu guru menyusun soal beserta kunci jawaban, sedangkan Evaluaizer menganalisis langkah pengerjaan siswa untuk menemukan kesalahan.
Dalam uji coba, siswa tunanetra menjawab benar 4 dari 5 soal secara mandiri dalam waktu 15 menit tanpa pendampingan guru.
Samsung Dorong Generasi Muda Menjadi Problem Solver
Bagi Samsung, Solve for Tomorrow merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengenali tantangan di sekitar mereka dan membangun pola pikir sebagai problem solver. Sepanjang program, peserta mendapatkan pelatihan Design Thinking, pelatihan AI, serta pendampingan dari mentor. Pembekalan tersebut mengasah keterampilan, yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.












