Assoc. Prof. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, mengapresiasi program Samsung Solve for Tomorrow 2026. “Selama ini, banyak pihak menganggap Indonesia sebagai negara pemakai teknologi. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, generasi muda Indonesia membuktikan kemampuan mereka dalam melahirkan ide-ide unik. Kita perlu menyiapkan potensi tersebut secara terarah agar terus berkembang. Saya berharap ada lembaga lain seperti Samsung yang bersedia jadi orkestrator muncul innovator muda,” ujar Suparto.
Suparto juga menekankan pentingnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pendidikan tinggi kini menilai keberhasilan dari karya nyata yang dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya dari jumlah jurnal terindeks. Kami berharap inovasi generasi muda dapat mendorong pembangunan dan menyelesaikan berbagai masalah di daerah. Kami juga melihat talenta inovatif di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta,” tambah Suparto.
Yuli Haryanto, S.E., M.Si., Direktur Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, mengatakan, “Keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari apa yang dipelajari siswa, tetapi juga dari bagaimana mereka menggunakan pengetahuan untuk menjawab tantangan nyata. Kami mengapresiasi Samsung Solve for Tomorrow 2026 sebagai kompetisi yang mendorong generasi muda, khususnya siswa SMA mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kompetisi ini menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani mengembangkan ide, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.”












