Terjawab! Ini Alasan Kereta Api Tidak Bisa Rem Mendadak, Penjelasan Masinis Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Dalam video simulasi yang menggunakan perangkat simulator milik PT KAI, Eka memperlihatkan bagaimana proses pengereman kereta bekerja dalam kondisi nyata. Ia menegaskan bahwa kereta api membutuhkan jarak dan waktu tertentu untuk berhenti total meskipun rem darurat sudah diaktifkan.

“Sistem pengoperasian dan reaksi pengereman pada simulator ini sudah diuji dan dibuat mirip dengan aslinya,” ujar Eka.

Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi kecepatan kereta, maka semakin panjang pula jarak yang dibutuhkan untuk berhenti.

“Butuh waktu lama untuk berhenti, artinya semakin cepat, semakin lama untuk berhenti,” katanya.

Baca Juga: WhatsApp Boros Kuota? Ini Fitur yang Sebaiknya Dimatikan agar Internet Lebih Hemat

Penjelasan tersebut menjadi jawaban mengapa kereta api tidak bisa melakukan rem mendadak seperti kendaraan pribadi di jalan raya. Bobot rangkaian kereta yang sangat besar serta kecepatan tinggi membuat proses pengereman memerlukan jarak henti yang panjang.

Eka juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan rel kereta api. Menurutnya, keselamatan di jalur rel merupakan tanggung jawab bersama antara operator kereta dan pengguna jalan.

“Saat di perlintasan saja kami waspada teman-teman, walaupun istilahnya ini kami yang punya jalurnya,” ungkapnya.

Ia meminta masyarakat selalu mendahulukan kereta yang melintas dan tidak memaksakan diri menerobos perlintasan.

“Jangan menyepelekan saat akan lewat perlintasan kereta api. Kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak,” tegas Eka.