memiliki hubungan sangat dekat dengan orang yang jauh lebih tua
menerima hadiah atau uang tanpa penjelasan jelas
merahasiakan aktivitas ponsel dan media sosial
sering menghilang atau sulit dihubungi
tampak lelah atau perubahan perilaku drastis
berbohong soal dengan siapa dan di mana mereka berada
dijemput oleh orang dewasa yang tidak dikenal keluarga
Dampak Grooming terhadap Korban
Grooming dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang, seperti:
kebingungan identitas diri
rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri
ketakutan untuk bercerita
merasa memiliki ikatan emosional dengan pelaku
perasaan terisolasi dan kehilangan kepercayaan diri
Banyak korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi hingga dampaknya terasa jauh di kemudian hari.
BACA JUGA: Deretan Serial Netflix Comeback di 2026, dari One Piece hingga The Witcher
Cara Mencegah Grooming
Pencegahan grooming membutuhkan peran aktif orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
mengedukasi anak tentang batasan tubuh dan persetujuan
membiasakan komunikasi terbuka tanpa rasa takut atau malu
mengajarkan keamanan digital dan pengaturan privasi
mendorong anak untuk melaporkan perilaku yang membuat tidak nyaman
memastikan anak tahu kepada siapa harus meminta bantuan
memblokir dan melaporkan akun mencurigakan di media sosial
Kesimpulan
Pengakuan Aurelie Moremans melalui buku Broken String menjadi pengingat penting bahwa grooming bisa terjadi pada siapa saja dan sering kali terselubung dalam bentuk perhatian atau kasih sayang. Edukasi, kesadaran, dan keberanian untuk bersuara menjadi kunci utama dalam melindungi anak dan remaja dari bahaya grooming.***











