Sanksi ini berpotensi berdampak besar bagi Persib yang masih memiliki peluang tampil lagi di kompetisi Asia musim depan apabila mampu finis sebagai juara atau runner-up Super League musim ini.
Menanggapi hukuman tersebut, Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengajak seluruh bobotoh melakukan introspeksi terkait cara mendukung klub kebanggaan Jawa Barat itu.
Melalui unggahan di media sosial Instagram, Tobias menegaskan dirinya tidak ingin mencari kambing hitam maupun menyalahkan kelompok tertentu atas insiden tersebut.
“Tidak untuk mencari siapa dan dari kelompok mana yang salah. Tapi sebagai bobotoh rasanya kita harus introspeksi apakah cara mendukung kita sudah di jalan yang benar atau belum,” tulis Tobias.
Menurutnya, dukungan kepada Persib seharusnya tidak justru merugikan klub, apalagi sampai membuat tim kehilangan miliaran rupiah dan terkena hukuman di level Asia.
Tobias juga menilai sanksi besar yang diterima Persib dapat menghambat mimpi besar klub untuk berkembang lebih jauh, termasuk memperbaiki fasilitas stadion, membangun pusat latihan yang lebih baik, hingga mendatangkan pemain berkualitas.
“Apabila kita masih di level seperti ini, rasanya kita juga harus rela untuk menurunkan ekspektasi kita terhadap mimpi-mimpi lain agar Persib bisa mempunyai fasilitas latihan terbaik, perbaikan fasilitas stadion, mendatangkan pemain dengan level yang lebih up lagi, untuk bisa berbicara lebih jauh di Asia,” lanjutnya.







