AMD Perkenalkan Ryzen AI 400 Series dan Ryzen AI Max+, Prosesor Canggih dengan Kemampuan AI hingga 60 TOPS

“Pengguna membutuhkan perangkat yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu mendukung mereka bekerja lebih produktif, berkreasi, belajar, dan menikmati hiburan dengan lebih optimal,” ujar Armawati dalam acara media briefing di Bandung.

Dia menjelaskan, AMD Ryzen AI menghadirkan kombinasi tiga komponen utama, yakni Central Processing Unit (CPU), Graphics Processing Unit (GPU), dan Neural Processing Unit (NPU).

Ketiganya memiliki peran berbeda dalam menunjang kinerja perangkat. NPU secara khusus menangani pemrosesan AI, sehingga CPU dan GPU dapat lebih leluasa menjalankan pekerjaan komputasi lainnya.

Dengan pembagian beban kerja tersebut, pengguna bisa memperoleh pengalaman komputasi yang lebih responsif, termasuk ketika melakukan video conference, mengedit konten, bermain gim, hingga menjalankan aplikasi produktivitas.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan menjalankan pemrosesan AI secara langsung di perangkat atau dikenal dengan istilah on-device AI.

Teknologi ini memungkinkan sejumlah fitur kecerdasan buatan tetap digunakan tanpa harus mengirimkan seluruh proses ke server eksternal. Selain mengurangi ketergantungan terhadap koneksi internet, pendekatan tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi privasi dan pengelolaan data.

Consumer Product Marketing Manager AMD Indonesia, Donnie Brahmandhika, menjelaskan bahwa pemrosesan AI secara lokal menjadi salah satu arah pengembangan komputer masa depan.

Menurutnya, pengguna tidak selalu berada dalam kondisi yang memungkinkan mereka terhubung dengan internet. Karena itu, kemampuan menjalankan AI langsung melalui perangkat menjadi nilai tambah tersendiri.