Galaxy Z8 Series Makin Tipis dan Ringan, Begini Evolusi Desain Foldable Samsung

BeritaBandungRaya.com – Smartphone lipat dulu lebih banyak dikenal karena bentuknya yang berbeda dari perangkat konvensional. Namun, seiring perkembangan teknologi, pertanyaan mengenai foldable mulai bergeser.

Bukan lagi hanya soal bagaimana sebuah smartphone dapat dilipat, tetapi seberapa nyaman perangkat tersebut digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan itu semakin relevan ketika smartphone menjadi perangkat yang menemani hampir sepanjang hari. Mulai dari membaca berita, membuka media sosial, bekerja, menonton film, bermain game hingga membuat konten.

Samsung mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui Galaxy Z8 Series, yang terdiri dari Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8.

Ketiganya membawa pendekatan desain berbeda untuk kebutuhan pengguna yang juga beragam.

Lebih Ringan untuk Mobilitas Sehari-hari

Salah satu perubahan yang paling mudah dirasakan pada Galaxy Z8 Series adalah dimensi dan bobot perangkat.

Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki bobot 215 gram, sementara Galaxy Z Fold8 berbobot 201 gram. Adapun Galaxy Z Flip8 memiliki bobot 180 gram.

Samsung menyebut Galaxy Z Fold8 sebagai model Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah mereka buat.

Bagi perangkat yang digunakan sepanjang hari, bobot bukan sekadar angka pada lembar spesifikasi. Smartphone harus nyaman dibawa ketika pengguna berpindah dari rumah ke kantor, kampus, kafe, transportasi publik, maupun berbagai tempat lainnya.

Galaxy Z Flip8 juga membawa desain yang lebih ringkas. Ketika dibuka, perangkat memiliki ketebalan 6,1 mm dengan bobot 180 gram.

Sementara Galaxy Z Fold8 memiliki ketebalan 4,5 mm ketika dibuka, sedangkan Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan 4,1 mm ketika dibuka.

Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana pengembangan foldable mulai berfokus pada aspek kenyamanan, bukan hanya kemampuan melipat layar.