“Jadi lokal ini dijalankan langsung pada device, tidak harus menggunakan internet. Jadi yang biasa jalan-jalan, lagi di pesawat, lagi di gunung, mereka tidak usah pakai internet, AI masih tetap bisa dipakai,” kata Donnie.
Baca Juga: Blibli Histeria 11.11 Hadirkan Diskon Besar, Motor Listrik VinFast Viper Bisa Dibeli Rp11.000
Dia menambahkan, aspek keamanan dan kerahasiaan data menjadi faktor penting dalam memperluas penggunaan teknologi AI. Pengguna perlu memahami bagaimana data diproses, manfaat yang diperoleh, hingga risiko yang mungkin muncul dari pemanfaatan kecerdasan buatan.
AMD pun menghadirkan fleksibilitas bagi pengguna untuk menjalankan AI sesuai kebutuhan, baik melalui pemrosesan lokal di perangkat maupun memanfaatkan layanan berbasis cloud.
Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya ditujukan untuk kalangan profesional dan kreator, tetapi juga dapat dimanfaatkan pengguna umum melalui berbagai fitur personalisasi.
AMD Ryzen AI 400 Series Tawarkan Performa AI hingga 60 TOPS
Dalam kesempatan yang sama, AMD turut memperkenalkan prosesor AMD Ryzen AI 400 Series yang dirancang untuk mendukung perangkat PC Copilot+.
Prosesor generasi terbaru ini dibangun menggunakan arsitektur CPU AMD Zen 5 dan didukung NPU berbasis AMD XDNA 2 generasi kedua.
Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan Ryzen AI 400 Series menghadirkan kemampuan pemrosesan AI hingga 60 TOPS pada NPU. Angka ini melampaui persyaratan kemampuan pemrosesan NPU untuk perangkat PC Copilot+.
Kemampuan tersebut memungkinkan berbagai pekerjaan berbasis kecerdasan buatan dijalankan lebih optimal, sekaligus memberikan ruang bagi CPU dan GPU untuk menangani aktivitas komputasi lainnya.











