Penjelasan tersebut sekaligus membantah kemungkinan adanya perubahan pusat keberangkatan jemaah haji dan umrah setelah Bandara Husein Sastranegara kembali aktif.
“Agar tidak menjadi salah persepsi, untuk kegiatan pelayanan haji dan umrah tetap dipusatkan menggunakan Bandara Kertajati,” ujar Dedi.
Dengan target operasional pada Agustus 2026, perhatian kini tertuju pada kesiapan Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan komersial. Pemerintah perlu memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan infrastruktur terpenuhi sebelum aktivitas penerbangan dibuka.
Jika target tersebut terealisasi, masyarakat Bandung dan sekitarnya akan kembali memiliki akses penerbangan komersial dari pusat Kota Bandung. Sementara itu, Bandara Kertajati tetap diarahkan menjalankan fungsi strategis, khususnya untuk layanan haji dan umrah serta pengembangan industri pertahanan nasional.***













