Tak Sekadar Bank Nasional, BNI Siapkan Langkah Besar Menuju Global Financial Institution

Di tengah tekanan global, kualitas aset BNI juga terus membaik. Rasio Loan at Risk (LaR) turun menjadi 8,6 persen pada Maret 2026 dari 10,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara rasio kredit bermasalah atau gross NPL terjaga pada level 1,9 persen. Perseroan juga mempertahankan pencadangan yang konservatif dengan loan loss reserve (LLR) sebesar 4 persen.

Likuiditas dan permodalan BNI juga berada pada posisi yang kuat. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 83,5 persen dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 18,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 13,95 persen. Selain itu, rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 149,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 136,5 persen.

Sebagai bagian dari penguatan struktur permodalan, BNI sukses melakukan penerbitan Additional Tier-1 (AT-1) senilai USD700 juta. Transaksi tersebut memperoleh respons positif dari pasar dengan tingkat oversubscribe mencapai 3,6 kali dan tingkat partisipasi tender offer sebesar 95 persen. Langkah ini diproyeksikan menambah CAR sebesar 27 basis poin.

BNI juga terus mempercepat transformasi melalui program BRAVE (Branch Region Area Value Empowerment). Program tersebut mengubah kantor cabang dari pusat layanan menjadi unit bisnis yang lebih produktif. Uji coba yang dilakukan di dua wilayah menunjukkan peningkatan profitabilitas cabang dan hampir menggandakan pembukaan rekening baru.

Transformasi digital juga menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung visi global BNI. Strategi CASA First berhasil memperkuat basis dana murah perseroan. Hingga Maret 2026, dana CASA mencapai Rp731,6 triliun atau tumbuh 26,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan transaksi digital melalui BNIdirect dan aplikasi wondr by BNI juga menjadi penggerak utama peningkatan dana murah tersebut. Sekitar 77 persen saldo tabungan ritel berasal dari pengguna aplikasi mobile, sedangkan hampir 90 persen saldo giro wholesale berasal dari pengguna layanan cash management.