Menurut Putrama Wahju Setyawan, transformasi bisnis yang dilakukan BNI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi untuk memperkuat daya saing di tingkat global.
“BNI akan terus menjalankan transformasi secara konsisten, memperkuat kapabilitas digital, meningkatkan produktivitas jaringan, serta menjaga kualitas aset dan permodalan agar mampu menjadi institusi keuangan global yang kompetitif dan memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia,” kata Putrama.
Perseroan juga menegaskan target kinerja tahun 2026 tetap dipertahankan. BNI membidik pertumbuhan kredit sebesar 8-10 persen, net interest margin (NIM) pada kisaran 3,5-3,8 persen, serta cost of credit (CoC) sebesar 1-1,2 persen.
Memasuki delapan dekade perjalanan, BNI tidak hanya berupaya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai bank nasional yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan fondasi keuangan yang kokoh, transformasi yang berkelanjutan, dan strategi bisnis yang adaptif, BNI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama Indonesia sekaligus melangkah menuju visi besar sebagai Global Financial Institution.***










