Galaxy Z8 Series Resmi Hadir, 7 Generasi Foldable Samsung Masuki Era Baru

Galaxy Z Fold8 Bawa Pengalaman Layar yang Lebih Luas

Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu perangkat yang memperlihatkan bagaimana perubahan bentuk smartphone dapat memengaruhi pengalaman menikmati konten.

Samsung menggunakan rasio layar 10:16 pada cover screen ketika perangkat dalam kondisi terlipat. Format tersebut dirancang agar tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti berkirim pesan, menjelajah media sosial hingga mengakses konten digital.

Ketika dibuka, layar utama menggunakan rasio 4:3 yang memberikan area lebih luas untuk menonton maupun bermain game.

Layar tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membaca artikel dan e-book dengan orientasi yang lebih sesuai.

Dari sisi bobot, Galaxy Z Fold8 memiliki berat 201 gram, menjadikannya model Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dibuat Samsung.

Perubahan tersebut memperlihatkan arah pengembangan foldable yang tidak hanya mengejar ukuran layar, tetapi juga kenyamanan mobilitas.

BACA JUGA: Gooll! Telkomsel dan TVRI Perluas Akses Piala Dunia 2026 Melalui MAXStream TV, Pelanggan di Jabotabek Jabar Bisa Nonton Bareng dan Beli Paket Khusus Mulai Rp25 Ribu

Galaxy AI Semakin Terintegrasi

Perkembangan Galaxy Z8 Series juga menyentuh sisi perangkat lunak.

Samsung mengintegrasikan Galaxy AI dengan karakter masing-masing perangkat. Pada seri Fold, ukuran layar yang lebih luas dimanfaatkan untuk mendukung multitasking dan produktivitas.

Sementara pada Galaxy Z Flip8, FlexWindow memungkinkan pengguna mengakses informasi dan sejumlah fitur tanpa harus membuka perangkat.

Samsung juga memperkenalkan pengalaman AI yang lebih bersifat agentic melalui Galaxy Z8 Series, termasuk integrasi dengan Gemini Intelligence.

Dalam salah satu contoh penggunaan, pengguna dapat memberikan informasi melalui foto dan meminta AI membantu menemukan pilihan hotel yang sesuai. AI kemudian dapat membantu menjalankan rangkaian proses tersebut, sementara pengguna tetap dapat melakukan aktivitas lain.

Untuk tindakan tertentu, pengguna tetap perlu memberikan persetujuan.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan fungsi AI pada smartphone. Jika sebelumnya AI lebih banyak berperan sebagai alat untuk menghasilkan atau mengolah informasi, teknologi agentic AI mulai diarahkan untuk membantu menyelesaikan serangkaian tugas.