GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar pada Kuartal III 2026, Target EBITDA Naik

Pada periode tersebut, jumlah pengguna bertransaksi bulanan atau Monthly Transacting Users (MTU) GoPay mencapai 30,4 juta pengguna, meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Intensitas penggunaan layanan juga menunjukkan pertumbuhan. Jumlah transaksi GoPay meningkat 86 persen secara tahunan menjadi 2,8 miliar transaksi. Sementara itu, GTV inti segmen Fintech tumbuh 96 persen menjadi Rp187 triliun.

Dari sisi keuangan, EBITDA yang disesuaikan GoPay mencapai Rp550 miliar atau meningkat 304 persen YoY. Pendapatan bersih segmen ini juga tumbuh 49 persen menjadi Rp2,3 triliun.

Baca Juga: Road to Give 2026 Bandung Kumpulkan Donasi Rp80 Juta untuk Penyintas Kanker

Sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi, nilai buku pinjaman GoPay turut mengalami pertumbuhan 51 persen secara tahunan menjadi Rp12 triliun.

GoTo menyebut tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, termasuk memperketat penyaluran pinjaman kepada kelompok pengguna dengan tingkat risiko tertinggi.

Gojek Hadapi Dampak Penerapan Komisi 8 Persen

Berbeda dengan pertumbuhan signifikan pada bisnis Fintech, segmen On-demand Services (ODS) yang mencakup layanan Gojek menghadapi sejumlah tantangan, khususnya setelah penerapan struktur komisi 8 persen pada layanan transportasi roda dua.

Pada kuartal III 2026, jumlah pesanan yang berhasil diselesaikan di segmen ODS tumbuh 9 persen secara tahunan. Namun, GTV hanya meningkat 1 persen menjadi Rp16,9 triliun.

EBITDA yang disesuaikan segmen ODS tercatat sebesar Rp347 miliar, tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan bersih mencapai Rp3,3 triliun.