GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar pada Kuartal III 2026, Target EBITDA Naik

Dampak penerapan komisi 8 persen terhadap layanan GoRide tercatat mencapai Rp150 miliar selama kuartal tersebut. Angka ini sejalan dengan estimasi dampak sepanjang tahun sebesar Rp300 miliar yang sebelumnya disampaikan perusahaan pada Juli 2026.

Meski demikian, GoTo menyebut kinerja GoRide mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat mencatatkan EBITDA yang disesuaikan negatif pada Juli 2026 dan kini bergerak menuju titik impas.

Pada segmen Delivery, jumlah pesanan tumbuh 7 persen secara tahunan. EBITDA yang disesuaikan meningkat 20 persen menjadi Rp227 miliar, dengan margin naik 33 basis poin menjadi 2,1 persen.

Baca Juga: Resmikan Program DPLK BRI bagi Pegawai Unpad, Unpad dan BRI Perkuat Kolaborasi Perencanaan Keuangan Purnabakti

GoTo Siapkan Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri

Di luar pencapaian operasional dan keuangan, GoTo juga mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Perusahaan akan membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar. Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Pembatalan saham tersebut diperkirakan efektif dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai.

Selain itu, GoTo juga melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback. Hingga 29 Oktober 2026, perusahaan telah menggunakan dana sebesar Rp985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham.