GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar pada Kuartal III 2026, Target EBITDA Naik

Perseroan masih memiliki alokasi dana sebesar Rp2,5 triliun untuk program buyback yang berlaku hingga Juni 2027.

Target EBITDA 2026 Dinaikkan Menjadi Rp3,7 Triliun

Dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis sepanjang tahun, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun.

Penyesuaian target juga dilakukan pada masing-masing segmen bisnis. Target EBITDA Fintech dinaikkan menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun, dari sebelumnya Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.

Sementara itu, kisaran target EBITDA On-demand Services diperlebar menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun, dibandingkan target sebelumnya Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

GoTo menyebut kenaikan target tersebut mencerminkan kinerja GoPay yang terus melampaui ekspektasi serta bisnis Gojek yang mulai menunjukkan pertumbuhan.

BEI dan OJK Perkuat Reformasi Pasar Modal, Denda Pemeriksaan Kasus Capai Rp2,23 Triliun

Meski demikian, perusahaan tetap memperhitungkan sejumlah risiko, termasuk persaingan pasar, kenaikan biaya, ketidakpastian kondisi makroekonomi, serta potensi perubahan regulasi.

Hans menegaskan, perusahaan akan terus menjaga kesehatan fundamental bisnis sekaligus memperkuat dukungan terhadap seluruh pihak dalam ekosistemnya, termasuk jutaan mitra pengemudi.

Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus diperluas, GoTo berupaya memberikan manfaat lebih luas bagi mitra pengemudi dan keluarga mereka, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga program umrah gratis.***