Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tutup Jalur Pendakian Gunung di Jawa Barat, Ternyata Ini Alasannya!

Hingga 31 Agustus 2026, tercatat luas lahan dan hutan yang terbakar di Jawa Barat mencapai 228,07 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di 178 desa atau kelurahan yang berada di 107 kecamatan.

Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat terdapat 156 kejadian kebakaran hingga akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran lahan masih perlu diwaspadai, khususnya ketika musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan jumlah kejadian, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan kasus kebakaran terbanyak, yakni 21 kejadian. Berikutnya Kabupaten Majalengka dengan 17 kejadian dan Kabupaten Bandung sebanyak 16 kejadian.

Baca Juga: Viral! Warga Malaysia Kaget Dikenakan Tarif Rp600 Ribu untuk Bikin Konten di Rumah Pengabdi Setan Pangalengan

Sementara jika dilihat dari luas wilayah yang terbakar, posisi tertinggi ditempati Kabupaten Sukabumi dengan luas mencapai 49,20 hektare. Kabupaten Majalengka menyusul dengan 26,16 hektare, sedangkan Kabupaten Bandung mencapai 24,80 hektare.

Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam upaya pencegahan kebakaran selama musim kemarau. Pemerintah Jawa Barat memilih langkah preventif dengan membatasi aktivitas pendakian yang berpotensi menghasilkan sumber api di kawasan pegunungan.

Penutupan pendakian juga diharapkan dapat mendorong masyarakat dan pengunjung kawasan hutan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar apabila terjadi kebakaran.

Dengan adanya surat edaran tersebut, pengelola kawasan pegunungan di Jawa Barat diminta menjalankan instruksi penutupan sementara hingga kondisi dinilai lebih aman untuk aktivitas pendakian.