BeritaBandungRaya.com – Kasus razia rambut yang menimpa sejumlah siswi di SMKN 2 Garut menjadi sorotan publik setelah video kekecewaan mereka viral di media sosial. Dalam video tersebut, para siswi terlihat menangis di dalam kelas sambil menunjukkan rambut mereka yang telah dipotong oleh guru Bimbingan Konseling (BK).
Peristiwa ini diduga dipicu oleh pelanggaran aturan sekolah terkait warna rambut. Namun, tindakan pemotongan rambut secara langsung menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa.
Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah turun tangan dan memberikan perhatian khusus terhadap para siswi yang terdampak. Ia menyebut telah bertemu langsung dengan para orang tua dan siswa untuk mendengar keluhan mereka.
“Orang tua siswanya sudah ketemu saya, siswanya juga sudah bertemu,” ujar Dedi, Rabu (6/5/2026).
Sebagai bentuk tindak lanjut, Dedi mengajak para siswi untuk merapikan rambut mereka di salon. Ia bahkan memfasilitasi langsung kegiatan tersebut sebagai bentuk pemulihan kepercayaan diri para siswa.
Baca Juga: Jadwal Pencairan Gaji ke-13 2026 Resmi: Cair Mulai Juni, Ini Daftar Penerima dan Besarannya
“Anak-anaknya sudah merapikan rambut di salon. Kemarin saya kirim mereka ke salon untuk dirapikan semuanya, jumlahnya ada 18 orang,” ungkapnya.
Meski demikian, terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh guru BK, Dedi belum memberikan penjelasan rinci. Ia menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut melalui unggahan video dalam waktu dekat.













