BeritaBandungRaya.com – Ade Armando resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, dan langsung menjadi sorotan publik.
Pengunduran diri Ade terjadi di tengah berbagai polemik yang menyeret namanya, mulai dari serangan di ruang publik hingga laporan hukum dari sejumlah kelompok masyarakat. Meski demikian, Ade menegaskan langkah tersebut bukan disebabkan konflik internal dengan partai.
“Tidak ada konflik antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama,” ujar Ade, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Ade Armando menjelaskan bahwa keputusannya mundur merupakan inisiatif pribadi setelah mempertimbangkan situasi yang berkembang. Ia menyebut, PSI justru memberikan dukungan, namun dirinya tidak ingin polemik yang menimpanya berdampak negatif pada partai.
Keputusan tersebut juga diambil setelah berdiskusi dengan jajaran pimpinan PSI, termasuk Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali.
Menurut Ade, langkah mundur ini menjadi cara untuk memisahkan antara pandangan pribadi dengan posisi sebagai kader partai politik.
Deretan Alasan Ade Armando Tinggalkan PSI
Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi keputusan Ade Armando mundur dari PSI. Pertama, ia ingin melindungi citra partai dari dampak kontroversi yang terus berkembang.
Selain itu, Ade mengaku kerap menjadi sasaran kritik dan serangan publik atas pernyataan maupun konten yang disampaikannya. Serangan tersebut bahkan meluas hingga menyeret PSI dan kader lainnya.













