BeritaBandungRaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani dampak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dengan memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka ditanggung penuh oleh pemerintah. Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyiapkan santunan sebesar Rp50 juta bagi keluarga korban meninggal dunia.
Kebijakan tersebut diumumkan menyusul insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dengan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa petang, kecelakaan itu menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam keterangannya di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir untuk memberikan perlindungan dan bantuan penuh kepada para korban serta keluarganya.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta,” ujar Dedi.
Baca Juga:Â Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Dimulai, Dedi Mulyadi Ubah Depan Gedung Sate-Gasibu Jadi Ruang Publik
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak musibah besar tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Dedi berharap tragedi tersebut menjadi kejadian terakhir dalam dunia transportasi perkeretaapian di Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan para korban serta keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.













