Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Dimulai, Dedi Mulyadi Ubah Depan Gedung Sate-Gasibu Jadi Ruang Publik

BeritaBandungRaya.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan penutupan sebagian Jalan Diponegoro di Kota Bandung menjadi bagian dari proyek penataan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu yang akan disulap menjadi ruang publik terpadu.

Menurut Dedi Mulyadi, ruas Jalan Diponegoro yang ditutup hanya berada di bagian depan Gedung Sate yang selama ini memisahkan kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Area tersebut nantinya tidak lagi dilintasi kendaraan bermotor dan akan difungsikan sebagai ruang publik bagi masyarakat.

“Penyatuan antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi satu kesatuan karena tidak lagi dilewati kendaraan umum,” ujar Dedi dalam keterangan resminya, Senin 27 April 2026.

Meski ada penutupan jalan, Dedi menegaskan Jalan Diponegoro tidak dihapus. Arus kendaraan tetap dapat melintas melalui jalur baru yang akan dibangun mengelilingi halaman depan Gedung Sate yang terintegrasi dengan kawasan Gasibu.

Baca Juga: Fakta Kasus Daycare Little Aresha Jogja, Anak Diikat hingga 13 Tersangka Ditetapkan

Penataan ini dilakukan untuk menciptakan kawasan pedestrian yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan estetika kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat. Ruas Jalan Diponegoro lama yang sebelumnya berlapis aspal akan diubah menggunakan batu andesit seperti konsep penataan di kawasan Braga, Bandung.

“Intinya asalnya aspal diganti menjadi batu, seperti di Braga,” kata Dedi.

Ia menilai penutupan ruas Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate justru akan mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi ketika ada kegiatan masyarakat maupun aksi penyampaian aspirasi di kawasan tersebut.

Selama ini, penutupan jalan sementara saat berlangsung kegiatan di depan Gedung Sate sering menyebabkan kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Gasibu dan Jalan Diponegoro. Dengan konsep baru tanpa kendaraan di area depan Gedung Sate, aktivitas publik disebut dapat berjalan lebih tertib tanpa mengganggu lalu lintas utama.

Sementara itu, arsitek lanskap sekaligus Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia periode 2022-2025, Dian Heri, mendukung rencana penataan kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 3 Persen, Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Menurut Dian Heri, penyatuan kawasan Gedung Sate dan Gasibu akan memberikan kenyamanan lebih bagi pejalan kaki karena mobilitas antararea tidak lagi terganggu kendaraan bermotor.

Namun, ia mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi dampak perubahan arus lalu lintas akibat penutupan sebagian Jalan Diponegoro. Sosialisasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga memahami rekayasa lalu lintas baru yang akan diterapkan.

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu ini diproyeksikan menjadi transformasi besar ruang publik di pusat Kota Bandung sekaligus menghadirkan wajah baru kawasan heritage dan pusat pemerintahan Jawa Barat.***