BeritaBandungRaya.com – Rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu mulai terungkap seiring proyek penyatuan dua ikon Kota Bandung tersebut. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Jalan Diponegoro tidak akan ditutup, melainkan direkayasa melalui pembangunan ruas jalan baru yang mengelilingi kawasan.
Dalam desain terbaru, ruas Jalan Diponegoro eksisting yang selama ini membelah Gedung Sate dan Gasibu akan dihilangkan fungsinya sebagai jalan utama. Area tersebut akan dialihfungsikan menjadi bagian dari halaman terpadu yang menyatukan kompleks gedung pemerintahan dengan ruang terbuka publik.
Sebagai penggantinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun Jalan Diponegoro baru dengan konsep melingkar. Jalan ini dirancang agar arus kendaraan tetap lancar tanpa mengganggu kawasan pedestrian dan ruang publik yang sedang direvitalisasi.
“Tidak ada penutupan jalan. Kita justru membuat jalur baru supaya kendaraan tetap bisa melintas,” ujar Dedi dalam tayangan kanal YouTube resminya, Selasa (21/4/2026).
Dalam rekayasa tersebut, arus kendaraan dari arah depan Museum Geologi maupun DPRD Jabar yang sebelumnya melintas lurus di depan Gedung Sate akan dialihkan ke jalur baru. Pengalihan ini bertujuan menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung estetika kawasan.
Ruas baru Jalan Diponegoro akan memanfaatkan dan mengintegrasikan beberapa jalan yang sudah ada, seperti Jalan Majapahit di depan Pullman Bandung Grand Central serta Jalan Sentot Alibasyah. Jalan tersebut nantinya akan tersambung dan membentuk jalur melingkar yang mengitari Gedung Sate dan Gasibu.












