Associated Press melaporkan bahwa Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance dipastikan tidak mengalami luka dalam insiden penembakan tersebut. Pihak berwenang juga mengonfirmasi bahwa seorang terduga pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian berlangsung.
Trump kemudian memberikan pernyataan melalui media sosial Truth Social. Dalam unggahannya, ia memuji respons cepat aparat keamanan yang dinilai berhasil mencegah situasi menjadi lebih buruk.
“Dinas Rahasia dan penegak hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku penembakan telah ditangkap,” tulis Trump.
Trump juga mengungkapkan dirinya sempat mengusulkan agar acara tetap dilanjutkan. Namun, aparat keamanan memutuskan proses evakuasi tetap harus dilakukan demi keselamatan seluruh tamu undangan.
Baca Juga: Farhan Percepat Pembenahan Bandung, Tambah 130 Pasukan Sapu dan Fokus Perbaikan Jalan
Sementara itu, Jaksa Agung Amerika Serikat yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Dinas Rahasia langsung mengambil alih pengamanan gedung setelah suara tembakan terdengar.
“Saya ditarik keluar dari ballroom setelah suara tembakan terdengar. Dinas Rahasia kini yang berwenang di gedung ini, hotel ini,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.
Laporan lain menyebutkan pelaku penembakan diduga tewas di area lobi hotel. Namun hingga kini otoritas belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pelaku maupun motif di balik aksi tersebut.
Insiden penembakan di acara makan malam Koresponden Gedung Putih itu langsung menjadi sorotan dunia dan memicu perdebatan publik terkait sistem keamanan dalam acara kenegaraan besar di Amerika Serikat. Hingga saat ini, investigasi masih terus dilakukan dan aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik strategis di Washington.***











