BeritaBandungRaya.com – Kenaikan suku bunga acuan yang terjadi pada pertengahan 2026 tidak membuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office Bandung mengurangi ekspansi pembiayaan perumahan. Sebaliknya, BRI menghadirkan program KPR Suku Bunga Berjenjang dengan bunga mulai 4 persen sebagai solusi agar masyarakat tetap dapat membeli rumah dengan cicilan yang lebih terjangkau.
Program tersebut dirancang untuk menjawab kekhawatiran calon pembeli rumah yang masih bersikap wait and see akibat meningkatnya BI Rate dan fluktuasi ekonomi. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi dasar BRI dalam memperkuat bisnis pembiayaan konsumer, khususnya kredit pemilikan rumah.
Melalui skema bunga yang telah dirancang secara bertahap sejak awal masa kredit, nasabah memperoleh kepastian besaran cicilan sehingga lebih mudah menyusun perencanaan keuangan jangka panjang. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan pruden, BRI meluncurkan solusi inovatif berupa program KPR Suku Bunga Berjenjang guna menjaga keterjangkauan cicilan bagi konsumen di era yang menantang ini.
Berdasarkan data indikator makroekonomi Jawa Barat hingga Triwulan I-2026, kondisi perekonomian daerah sebenarnya tumbuh solid sebesar 5,79% (yoy) dengan tingkat inflasi yang terkendali di kisaran sasaran 2,5%. Namun memasuki Triwulan II-2026, industri perbankan nasional dihadapkan pada tantangan moneter baru, termasuk kenaikan BI Rate per Juni 2026 menjadi 5,75% (mengerek BI Rate Lending Facility ke posisi 6,50%) serta fluktuasi nilai tukar Rupiah. Kondisi ini memicu sebagian besar calon pembeli properti mengambil sikap menahan diri (wait and see) akibat kekhawatiran lonjakan cicilan di masa depan.










