Menurut Herman, pembenahan kawasan Gasibu tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan fasilitas olahraga. Pemerintah juga akan memperhatikan tampilan kawasan sehingga ruang publik tersebut tetap memiliki nilai estetika.
Penataan akan mempertimbangkan lanskap Gasibu yang sudah ada, termasuk berbagai unsur alam dan elemen buatan yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Herman optimistis hasil penataan nantinya akan membuat kondisi Gasibu lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia pun meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan seluruh proses pekerjaan.
“Insya Allah kondisinya akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu kami mengimbau ke masyarakat, berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Meski demikian, Pemprov Jabar tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan. Evaluasi dapat dilakukan apabila masih terdapat kekurangan selama proses penataan maupun setelah pekerjaan selesai.
Herman menjelaskan bahwa penataan Gasibu tidak secara khusus diarahkan untuk membangun banyak infrastruktur baru. Pemerintah lebih mengutamakan pembenahan serta penataan fasilitas yang sudah tersedia.
Dengan demikian, pekerjaan yang dilakukan lebih ditujukan untuk meningkatkan fungsi dan kualitas fasilitas yang selama ini telah digunakan masyarakat.
Mengenai durasi pengerjaan yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, Herman mengatakan proses tersebut mengikuti tahapan serta ketentuan yang berlaku.








