Revitalisasi Plaza Gedung Sate Dimulai, Terhubung dengan Gasibu dan Disiapkan Jadi Lokasi Upacara Kenegaraan

BeritaBandungRaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai proyek revitalisasi plaza depan Gedung Sate dengan nilai anggaran mencapai Rp15 miliar. Proyek ini bertujuan mengintegrasikan kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu menjadi satu kesatuan ruang publik sekaligus memperkuat fungsi simbolis pusat pemerintahan Jawa Barat.

Revitalisasi yang digagas atas arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini juga menjadi bagian dari rencana menjadikan halaman depan Gedung Sate sebagai lokasi upacara kenegaraan di masa mendatang.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada awal pekan ini, sejumlah perubahan signifikan mulai terlihat. Area taman hijau yang selama ini menjadi ciri khas Gedung Sate mulai dibongkar. Ubin dan batu alam di area plaza diangkat, sementara tanaman dicabut untuk membuka ruang pembangunan lapangan upacara yang lebih luas dan representatif.

Mengacu pada data Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, proyek revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung sejak 8 April hingga 6 Agustus 2026. Penataan kawasan mencakup integrasi plaza Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dalam satu sumbu utama ruang publik seluas 14.642 meter persegi.

Baca Juga: Banjir Dayeuhkolot Meluas, 844 Rumah di Kabupaten Bandung Terdampak, Ribuan Warga Terancam

Selain itu, revitalisasi juga mencakup penataan pedestrian dan pengembangan elemen ruang terbuka publik yang mengedepankan identitas budaya Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan bahwa proyek ini telah melalui kajian teknokratis yang matang. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan fungsi kawasan.