Banjir Dayeuhkolot Meluas, 844 Rumah di Kabupaten Bandung Terdampak, Ribuan Warga Terancam

BeritaBandungRaya.com – Banjir kembali meluas di wilayah Dayeuhkolot, tepatnya di Desa Citeureup, pada Selasa (14/4/2026) pagi. Luapan air dari sejumlah sungai membuat ratusan rumah di kawasan tersebut terendam dan memaksa puluhan warga mengungsi.

Berdasarkan laporan dari lapangan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 05.00 WIB setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Kabupaten Bandung sejak dini hari. Debit air meningkat hingga menyebabkan beberapa sungai meluap, di antaranya Sungai Cikapundung, Sungai Cipalasari, Sungai Cigede, serta Sungai Citarum.

Akibatnya, hampir seluruh wilayah Desa Citeureup terdampak genangan dengan ketinggian air yang bervariasi. Di RW 01, air mencapai 10–30 sentimeter, sementara di RW 02 berkisar antara 10–40 sentimeter. Di RW 03, ketinggian air sekitar 20 sentimeter, sedangkan di RW 07 dan RW 13 sempat mencapai 10 hingga 50 sentimeter.

Genangan juga meluas ke sejumlah wilayah lain seperti RW 04, 05, 06, 08, 10, 14, 16 hingga RW 17 dengan ketinggian rata-rata 10–40 sentimeter. Sementara itu, beberapa wilayah seperti RW 09, RW 11 dan RW 12 dilaporkan masih aman dari banjir.

Dampak banjir Dayeuhkolot kali ini cukup signifikan. Sedikitnya 844 rumah warga terdampak, dengan jumlah warga terancam mencapai 1.272 kepala keluarga atau sekitar 2.807 jiwa.

Baca Juga: Respons Inisiatif Masyarakat, BRI Cabang Cirebon Gunung Jati Serahkan Bantuan Mobil Jenazah kepada Yayasan Al Akbar Bina Maulana

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga untuk mengungsi. Data sementara mencatat, sebanyak 19 kepala keluarga atau 65 jiwa mengungsi di Masjid An-Nur RW 13. Mereka terdiri dari 38 orang dewasa, 6 lansia, 8 balita, 1 bayi, 3 ibu menyusui, serta 1 penyandang disabilitas.