Selain itu, di Masjid Al Ikhlas RW 07, terdapat 3 kepala keluarga dengan total 13 jiwa yang juga mengungsi, termasuk 3 balita dan 2 ibu menyusui.
Beruntung, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir yang melanda Dayeuhkolot tersebut.
Meski begitu, kebutuhan mendesak bagi para pengungsi mulai meningkat. Warga membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, sembako, alat kebersihan, troli, hingga karung untuk penanganan darurat.
Sementara itu, kondisi terbaru di lapangan menunjukkan air mulai berangsur surut di sebagian wilayah Desa Citeureup. Namun, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih tinggi dan banjir susulan bisa terjadi sewaktu-waktu.
Banjir Dayeuhkolot yang kembali meluas ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan serius terhadap sistem drainase dan pengelolaan sungai di wilayah Kabupaten Bandung, terutama di kawasan rawan luapan seperti bantaran Sungai Citarum.***













