Lestari Tradisi: Bandung 1990 Hidupkan Kembali Kejayaan Pop Sunda Hadirkan Doel Sumbang, Bungsu Bandung hingga Nining Meida

“Kadang-kadang kebenaran atau sesuatu yang bagus itu dianggap penting dan eksis berdasarkan dari dia viral atau tidak. Tetapi kita harus punya kepercayaan diri bahwa sesuatu yang bagus itu tidak selalu harus viral. Kita mau melakukan kegiatan ini karena kita meyakini ada nilai yang baik di sana,” ungkap Happy.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata menghadirkan hiburan, melainkan juga menjadi bentuk penghargaan kepada para seniman dan pelaku budaya yang selama ini menjaga tradisi agar tetap berkembang.

Happy berharap masyarakat dapat kembali mengenali akar budayanya sekaligus memahami pentingnya warisan leluhur dalam menghadapi perubahan zaman.

“Acara ini menjadi ruang pengingat untuk menoleh kembali pada kompas kehidupan kita, dari mana kita berasal, agar kita tidak gagap dalam melangkah menghadapi masa depan,” lanjutnya.

Baca Juga: TOSERBAKU dan 347 Homebreaks Luncurkan Koleksi “Lini Pelesir” di Bandung

Melalui pendekatan tersebut, Lestari Tradisi berupaya menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Tradisi tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga diberi kesempatan untuk tumbuh melalui ruang pertunjukan, interaksi antargenerasi, dan keterlibatan masyarakat.

Pesta Rakyat Hadirkan Kuliner dan Kerajinan Sunda

Selain pertunjukan di panggung utama, Lestari Tradisi Bandung 1990 menghadirkan area Pesta Rakyat yang menampilkan produk UMKM dari Bandung dan sekitarnya.

Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Sunda, mulai dari kupat tahu, surabi, mi kocok, cuanki, hingga es campur. Kehadiran makanan tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat melalui pengalaman langsung.