Bazar juga menyediakan berbagai produk kerajinan dan gaya hidup yang berkaitan dengan tradisi, seperti batik, pernak-pernik bertema angklung, fesyen berbahan batik dan tenun, aromaterapi, serta jamu tradisional.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan pelestarian budaya perlu disertai ruang yang memungkinkan masyarakat mengenal, menikmati, dan terlibat di dalamnya.
“Bagi kami, menjaga budaya tetap hidup bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga memberi ruang agar masyarakat bisa mengenal, menikmati, dan menjadi bagian darinya. Kesenian, kuliner, dan kerajinan tradisional menyimpan cerita serta nilai yang penting untuk terus diwariskan,” ujar Renitasari.
Ia berharap festival tersebut dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana yang hangat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Menurut Renitasari, kegiatan ini sejalan dengan semangat Tumbuh Bersama Indonesia, yakni mendorong kebudayaan agar terus dikenal dan diwariskan melalui keterlibatan berbagai pihak.
Deretan Seniman Ramaikan Panggung Lestari Tradisi
Pagelaran Lestari Tradisi Bandung 1990 turut melibatkan beragam seniman dan kelompok seni yang merepresentasikan kekayaan ekspresi budaya Sunda.
Selain Doel Sumbang dan Nining Meida, panggung utama menghadirkan Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, dan Rehan Darso.
Sejumlah kelompok seni yang turut ambil bagian di antaranya Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, serta Studio Tari Indrawati Lukman.













1 komentar
Komentar ditutup.