Meski Turun, Emas Diproyeksi Naik Tajam Tahun 2026

BofA Tetap Optimistis, Harga Emas Diprediksi Tembus US$ 6.000

  • defisit fiskal Amerika Serikat yang tinggi
  • pelemahan nilai dolar AS
  • ketidakpastian kebijakan ekonomi global

Faktor-faktor tersebut membuat emas tetap menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang diminati investor.

Harga Emas Masih Melemah Pekan Ini

Saat ini, harga emas spot tercatat berada di kisaran US$ 4.604 per ons. Angka tersebut turun hampir 0,5% dalam sehari dan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir.

Meski mengalami koreksi, BofA menilai penurunan ini bersifat sementara dan tidak mengubah tren kenaikan jangka panjang.

BACA JUGA: Sinopsis Dilan ITB 1997, Kisah Cinta dan Gejolak Mahasiswa Jelang Reformasi

Prospek Tetap Cerah

Dengan berbagai dinamika global yang masih berlangsung, emas diprediksi tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik.

BofA menegaskan bahwa volatilitas jangka pendek merupakan hal wajar, sementara arah jangka panjang masih menunjukkan potensi kenaikan signifikan.

Bagi investor, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mencermati peluang di pasar logam mulia ke depan.***