Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari mitra universitas dan kalangan profesional industri kreatif. Beberapa nama yang terlibat di antaranya Erik Pauhrizi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Imam Budi dari Universitas Aisyiyah, Lingga Agung dari Telkom University, Muhammad Akbar dari Universitas Widyatama, serta Yustinus Ardhitya dari Universitas Katolik Parahyangan.
Dari kalangan profesional, terdapat sejumlah nama seperti Razka Robby Ertanto, Gorivana Ageza, Teny Indah Susanti, Awal Wahyu, Daud Nugraha, dan Aby Kusdinar. Sementara dari tingkat internasional hadir Csongor Dobrotka dari die Seriale, Rose of Dolls dari Bilbao Seriesland, serta Ela Cosen dan Dipu Bhattacharya dari Web Series World Cup.
Puncak acara Seriale Indonesia 2026 akan ditandai dengan penganugerahan kepada karya-karya terbaik dari Indonesia dan internasional.
Bagi sineas Indonesia, penghargaan Best Indonesian Series menjadi salah satu kesempatan paling strategis karena pemenangnya akan mendapatkan peluang untuk mempresentasikan karyanya dalam program die Seriale di Jerman.
Goethe-Institut Bandung berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah lanjutan bagi para kreator Indonesia untuk memperluas jaringan, memperkenalkan karya kepada komunitas internasional, serta membuka kemungkinan kolaborasi baru.
Seriale Indonesia 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi festival pemutaran serial. Ajang ini berkembang sebagai ruang bertemunya kreativitas, budaya, pendidikan, dan industri kreatif lintas negara.













