BeritaBandungRaya.com – Film terbaru karya sutradara ternama Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell dipastikan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 16 April 2026. Mengusung perpaduan genre horor, thriller, dan komedi satir, film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan paling menarik bulan ini.
Diproduksi oleh Come and See Pictures, film berdurasi 106 menit tersebut menghadirkan cerita unik berlatar kehidupan keras di dalam penjara fiktif Lapas Labuhan Angsana.
“Ghost in the Cell” resmi dijadwalkan rilis pada 16 April 2026 di jaringan bioskop Tanah Air. Film ini menjadi proyek ambisius Joko Anwar yang telah dikembangkan sejak 2018 hingga 2025, terinspirasi dari berbagai fenomena sosial di masyarakat.
Menurut Joko Anwar, penjara dalam film ini bukan sekadar latar, melainkan metafora tentang sistem yang membatasi kebebasan individu dan membuat orang tidak sepenuhnya memahami realitas di luar.
Baca Juga: Kasus Penghinaan Suku Sunda, Resbob Dituntut 2,5 Tahun Penjara di PN Bandung
Makna Simbolik di Balik Film
Salah satu detail menarik dalam film ini adalah pemilihan warna baju tahanan. Joko Anwar mengungkapkan bahwa warna kuning dipilih sebagai simbol harapan di tengah dunia yang kelam.
Awalnya, tim produksi sempat mempertimbangkan warna biru dan hijau. Namun, kedua warna tersebut dinilai terlalu menenangkan dan tidak sesuai dengan nuansa cerita. Melalui warna kuning, sutradara ingin menyampaikan pesan bahwa harapan tetap ada, meski hanya tersisa sedikit.
Ia juga menyisipkan pesan moral bahwa manusia tidak boleh sepenuhnya putus asa, karena selalu ada peluang untuk memperbaiki masa depan.
Sinopsis Ghost in the Cell
Cerita berpusat pada kehidupan para narapidana di Lapas Labuhan Angsana yang penuh tekanan, mulai dari kekerasan antar tahanan hingga penindasan oleh petugas.










