24 Siswa Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cimahi, Pemkot Buka Posko Penanganan dan Uji Sampel Makanan

Dari sekolah tersebut, tiga orang—dua siswa dan satu guru—sempat dilarikan ke RSUD Cibabat. Korban terdiri dari siswa kelas 1 dan kelas 3. Beberapa siswa lain dilaporkan mengalami gejala ringan namun kondisinya membaik setelah mengonsumsi air kelapa.

Menu MBG diketahui diterima pihak sekolah sekitar pukul 07.30 WIB dan dibagikan kepada siswa antara pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Karena sebagian siswa menjalankan puasa setengah hari, makanan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat siang atau waktu berbuka.

Salah satu guru yang tidak berpuasa mengaku menyantap makanan sekitar pukul 15.00 WIB sebelum mengalami mual, nyeri ulu hati, dan muntah. Dugaan sementara, makanan yang dikonsumsi dalam jeda waktu lama berpotensi memengaruhi kualitas hidangan.

Baca Juga: Jadwal Penukaran Uang Baru Ramadan 2026 Periode 2 di Jawa Barat: Lokasi Kas Keliling BI, Cara Pesan di PINTAR, dan Persiapan Lebaran

Pemkot Cimahi Lakukan Investigasi dan Uji Laboratorium

Pemerintah Kota Cimahi memastikan investigasi penyebab keracunan dilakukan sesuai prosedur. Sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium untuk diuji guna mengetahui sumber kontaminasi.

“Observasi atas penyebab keracunan dilakukan sesuai mekanisme. Sampel makanan sudah diuji oleh laboratorium, nanti kita akan tahu hasilnya seperti apa,” kata Adhitia.

Selain investigasi, Pemkot Cimahi memprioritaskan penanganan korban dengan membuka posko di RSUD Cibabat. Posko tersebut berfungsi mengoordinasikan perawatan pasien dan mendistribusikan korban ke rumah sakit lain jika terjadi lonjakan kasus.