Informasi dari pihak sekolah menyebutkan menu MBG disuplai oleh SPPG Karangmekar 02. Hingga kini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena program MBG bertujuan meningkatkan gizi siswa. Pemerintah daerah mengimbau sekolah dan penyedia layanan makanan untuk memperketat pengawasan kualitas dan distribusi makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.***











