“Untuk korban seorang mahasiswa, sesuai keterangan yang tertera di KTP. Setelah diidentifikasi, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih,” kata Megawati.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban. Keluarga datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan menyatakan menerima kejadian tersebut.
“Keluarga menerima dan membuat pernyataan menerima kejadian tersebut,” ujarnya.
Polisi Belum Pastikan Status Korban sebagai Kepala SPPG
Di tengah beredarnya informasi di media sosial yang menyebut korban merupakan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya, Kabupaten Bandung, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman.
Megawati menegaskan hingga kini belum ada dokumen maupun keterangan resmi yang dapat memastikan status pekerjaan korban sebagaimana informasi yang beredar.
“Kalau dari kami, sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang menunjukkan korban bekerja di tempat tersebut,” katanya.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan status korban sebagai kepala SPPG sempat ramai diperbincangkan setelah muncul unggahan ucapan belasungkawa dari salah satu akun komunitas terkait di Jawa Barat. Polisi masih berfokus pada proses penyelidikan dan identifikasi untuk memastikan seluruh informasi yang berkembang.
Hingga kini, penyelidikan terkait peristiwa tersebut masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian. Sementara itu, jenazah korban telah berada di Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan.
Catatan Redaksi:
Apabila Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Bicaralah dengan keluarga, sahabat, psikolog, psikiater, atau layanan bantuan kesehatan jiwa terdekat. Mencari pertolongan adalah langkah yang penting dan menunjukkan kepedulian terhadap diri sendiri.***











