Harusnya Horror Siap Tayang 20 Agustus, Gabungkan Komedi Absurd, Horor, dan Satir Creator Economy

BACA JUGA: Film Baby Udon Rilis Trailer dan Poster, Angkat Kisah Nyata Perjuangan Cinta Fanny Kondoh

Bukan Hanya Komedi, Ada Cerita tentang Persahabatan

Meskipun dipasarkan sebagai film komedi-horor, Harusnya Horror memiliki lapisan cerita yang lebih emosional.

Hubungan antarkarakter berkembang melalui berbagai konflik. Persahabatan mereka diuji oleh pengkhianatan, kemudian berlanjut pada proses saling memaafkan dan melakukan pengorbanan.

Karena itu, film ini tidak hanya mengandalkan humor dan situasi absurd untuk menarik perhatian penonton.

Kehilangan dan pentingnya menghargai orang-orang terdekat menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan Reza melalui film tersebut.

Kehadiran Lula Lahfah dalam film ini juga membuat perjalanan tersebut terasa semakin emosional bagi orang-orang yang terlibat dalam produksinya.

Tiket Advance Sales Ludes di Sejumlah Kota

Antusiasme terhadap Harusnya Horror telah terlihat sebelum film resmi dirilis. Tiket Advance Ticket Sales (ATS) dilaporkan habis di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.

Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari penggemar Marapthon dan AAAClan. Film ini juga diarahkan untuk menjangkau penonton film Indonesia secara lebih luas melalui kombinasi komedi, horor, dan drama persahabatan.

Di balik cerita yang absurd, Harusnya Horror mencoba menghadirkan sisi emosional melalui tema kehilangan, pengkhianatan, pengampunan, loyalitas, dan pengorbanan.