Homecoming Festival IKA Unpad 2026: Menjahit Harmoni Lintas Generasi, Mengubah “Pulang” Menjadi Pengabdian

Baca Juga: Rekomendasi 8 Tempat Liburan di Bandung: dari Wisata Belanja, Edukasi, Sejarah hingga Alam

Pulang dengan Meninggalkan Manfaat

Bagi IKA Unpad, sebuah homecoming seharusnya meninggalkan sesuatu setelah panggung ditutup dan alumni kembali ke rumah masing-masing. Salah satunya diwujudkan melalui Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden, sebagai
langkah mendukung cita-cita Universitas Padjadjaran menjadi Green Campus. Pohon yang ditanam menjadi simbol hubungan alumni dengan almamater: sesuatu yang dimulai hari ini, dirawat bersama, dan manfaatnya dapat dirasakan generasi berikutnya.

Dalam kegiatan Homecoming Festival harapannya dapat disosialisasikan mengenai Dana Abadi Universitas Padjadjaran, yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pendidikan dan memberikan kesempatan pembelajaran yang semakin baik bagi mahasiswa Unpad hari ini maupun di masa mendatang.

Panitia bekerja sama dengan sejumlah lembaga sosial untuk membuka ruang bagi alumni yang ingin menyalurkan donasi kepada berbagai causes dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Homecoming Festival bukan sekadar pesta besar alumni. Kegembiraan tetap menjadi bagian penting karena mampu mempertemukan orang, tetapi pertemuan tersebut diharapkan melahirkan sesuatu yang lebih panjang: hubungan yang kembali terjalin, kolaborasi baru, kepedulian terhadap lingkungan, dukungan bagi pendidikan, dan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin orang pulang dari Homecoming Festival hanya membawa foto reuni dan cerita tentang konser yang seru. Akan jauh lebih berarti apabila dari pertemuan ini ada pohon yang terus tumbuh, ada pendidikan yang semakin baik, ada masyarakat yang terbantu, ada kolaborasi baru yang lahir, dan ada generasi berikutnya yang merasakan manfaatnya,” tambah Yhodhisman Soratha.

Tiga Generasi, Satu Panggung

Semangat lintas generasi tersebut juga tercermin dalam Jatinangor Music Fest, yang menjadi puncak Homecoming Festival.
Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya membawa warna musik dan basis pendengar dari periode yang berbeda, sekaligus merepresentasikan tiga generasi besar yang akan bertemu di Jatinangor. Ada lagu yang membawa seseorang kembali ke masa kuliah puluhan tahun lalu, dan ada pula musik yang mewakili keseharian mahasiswa serta alumni muda hari ini. Menariknya, tidak ada musisi alumni Unpad yang secara khusus ditempatkan sebagai penampil utama.