“Program ini membawa semangat bagaimana kearifan lokal bisa naik ke level global. Yang membedakan para finalis adalah karakter bisnis, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi digital, dan dampak positif yang mereka hadirkan,” katanya.
Selama mengikuti DCE Academy, para peserta memperoleh berbagai materi praktis mulai dari pengembangan produk, branding, pemasaran digital, akses pendanaan, kepemimpinan, networking, hingga strategi memanfaatkan live shopping untuk meningkatkan penjualan.
Pemanfaatan AI Menjadi Salah Satu Materi Utama
Menurut Fahmi, teknologi AI kini mampu membantu UMKM membuat materi promosi dalam waktu singkat, menyusun laporan keuangan lebih efisien, mengelola stok barang, hingga menganalisis kebutuhan pasar secara lebih cepat.
“AI bukan lagi teknologi yang sulit diakses. Kami ingin pelaku UMKM benar-benar merasakan manfaatnya dalam menjalankan bisnis sehari-hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Telkomsel juga mengimplementasikan AI pada operasional internal perusahaan, salah satunya melalui pengembangan autonomous network untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem melakukan penyesuaian jaringan secara otomatis ketika terjadi lonjakan trafik sehingga kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga.
Sementara itu, General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan, mengungkapkan adopsi AI oleh UMKM di Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Baca Juga: Trans Studio Mall Bandung Hadirkan Karakter Viral ‘Nailoong’ untuk Pertama Kalinya di Bandung













