6 Tersangka Kerusuhan May Day Bandung Positif Konsumsi Tramadol, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Kelompok Anarko

“Peran mereka sudah teridentifikasi. Ada yang menyiapkan bahan peledak rakitan, ada eksekutor di lapangan, dan ada juga yang berperan sebagai provokator,” katanya.

Fakta lain yang terungkap, seluruh tersangka dinyatakan positif mengonsumsi Tramadol berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan. Polisi menduga konsumsi obat keras tersebut memengaruhi tindakan brutal para pelaku saat melakukan kerusuhan di jalanan.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan psikotropika dari salah satu tersangka berinisial MRN. Barang bukti yang diamankan di antaranya Alprazolam, Mersi, Euforis, dan Resperidon yang diduga dimiliki secara ilegal.

“Ini menjadi perhatian serius karena mereka melakukan aksi perusakan dalam kondisi dipengaruhi obat-obatan,” ujar Hendra.

Polda Jabar kini tengah mendalami asal-usul obat keras yang dikonsumsi para tersangka, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok di balik kepemilikan psikotropika tersebut.

Kerusuhan May Day di Bandung terjadi setelah aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat berakhir kondusif. Namun situasi berubah ketika sekelompok massa berpakaian serbahitam mengambil alih ruas jalan di kawasan Cikapayang-Tamansari.

Kelompok tersebut kemudian membakar ban di tengah jalan dan merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk membakar pos polisi. Aparat menduga kelompok itu memiliki keterkaitan dengan jaringan anarko.

Baca Juga: CFD Bandung dan Braga Beken Ditiadakan 3 Mei 2026, Dishub Ungkap Dampak Kerusuhan May Day

Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan sebelumnya menyebut karakteristik massa yang terlibat identik dengan kelompok anarko.