Karena itu, Farhan mendorong Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung untuk terus menghadirkan inovasi dalam menekan angka pengangguran. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menggelar bursa kerja secara rutin setiap bulan serta memperluas program pelatihan kerja guna meningkatkan kompetensi para pencari kerja.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga 2030. Menurut Farhan, momentum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar jumlah penduduk usia produktif mampu menjadi kekuatan ekonomi, bukan justru menambah beban sosial.
“Kalau kita tidak siap, kita bisa menghadapi kondisi menua sebelum sejahtera. Ini yang harus kita hindari,” katanya.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung baru-baru ini menggelar bursa kerja di kawasan Bandung Timur dengan menyediakan 3.528 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri. Program tersebut ditargetkan mampu menyerap sedikitnya 50 persen pencari kerja yang mengikuti kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, mengatakan bursa kerja itu digelar untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses informasi lowongan pekerjaan yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau.
Menurut Yayan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Melalui bursa kerja ini, kami ingin memastikan pencari kerja memiliki peluang nyata untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya, sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja berkualitas,” ujar Yayan.***













