BPJS Kesehatan Serap Aspirasi Wartawan Bandung, Lula Kamal Soroti Masih Banyak Peserta JKN Tidak Aktif

Baca Juga: KAI Schooliday 2026 Hadir di 13 Kota, Bandung Menjadi Salah Satu Tuan Rumah KAI Mini Fair

Cakupan JKN Sudah 98 Persen, Peserta Aktif Masih Menjadi Tantangan

Dalam kesempatan tersebut, Lula mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai sekitar 98 persen penduduk Indonesia. Namun, tingkat kepesertaan aktif masih berada di kisaran 80 persen.

Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang berhenti membayar iuran karena merasa belum membutuhkan layanan kesehatan. Akibatnya, kepesertaan baru kembali diaktifkan ketika peserta membutuhkan pelayanan medis.

Lula menegaskan bahwa dana yang dikelola BPJS Kesehatan bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari iuran seluruh peserta yang dihimpun berdasarkan prinsip gotong royong.

“Siapa pun yang aktif sebagai peserta, baik iurannya dibayar sendiri maupun melalui pemerintah, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penetapan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Sosial berdasarkan data masyarakat yang memenuhi syarat, bukan ditentukan oleh BPJS Kesehatan.

Jawa Barat Miliki Peserta JKN Terbanyak di Indonesia

Lula menyebut Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah peserta JKN terbesar di Indonesia karena memiliki populasi penduduk paling banyak.

Hingga 1 Juni 2026, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Jawa Barat tercatat mencapai 51.156.787 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38.733.440 peserta berstatus aktif, sementara jutaan lainnya masih belum aktif.