BeritaBandungRaya.com – Wabah Andes hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian dunia internasional setelah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan memicu pelacakan penumpang lintas negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus yang ditemukan merupakan strain Andes, jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antar manusia melalui kontak sangat dekat.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah penumpang kapal mengalami gejala serius seperti demam tinggi, gangguan pernapasan, pneumonia, hingga syok selama pelayaran dari Amerika Selatan menuju Cape Verde. Hingga 7 Mei 2026, WHO mencatat lima dari delapan kasus suspek yang berkaitan dengan kapal tersebut telah terkonfirmasi positif hantavirus.
Tiga korban meninggal dunia diketahui merupakan pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Salah satu korban perempuan asal Belanda bahkan sempat diturunkan dari penerbangan di Johannesburg, Afrika Selatan, setelah kondisi kesehatannya memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah kasus masih berpotensi bertambah karena masa inkubasi hantavirus tergolong panjang, bahkan dapat mencapai enam minggu.
Baca Juga: Pernyataan Pedas Marc Klok soal Stadion Segiri Jelang Duel Persija vs Persib
Penumpang dari 28 Negara Dipantau
Wabah ini memicu kewaspadaan global karena MV Hondius membawa penumpang dan kru dari sedikitnya 28 negara dengan total 178 orang di dalam kapal. Inggris dan Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah penumpang terbanyak, sementara Filipina mendominasi kru kapal.












