Berbagai negara kini melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sudah turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi. Otoritas kesehatan Amerika Serikat memantau sejumlah warga di Georgia, Arizona, dan California yang sempat berada di kapal tersebut.
Di Prancis, seorang warga yang sempat melakukan kontak dengan pasien juga sedang dipantau meski belum menunjukkan gejala. Sementara di Denmark, seorang penumpang diminta menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.
Pemerintah Argentina juga berencana melakukan penangkapan dan pemeriksaan tikus di Ushuaia, lokasi keberangkatan kapal, untuk menelusuri kemungkinan sumber penularan virus.
Diduga Berasal dari Amerika Selatan
WHO menduga wabah bermula setelah beberapa penumpang melakukan perjalanan wisata pengamatan burung di wilayah Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum naik ke kapal. Kawasan tersebut diketahui menjadi habitat tikus pembawa Andes hantavirus.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dipuji Menteri Keuangan, Ekonomi Jawa Barat Tembus 5,79 Persen dan Lampaui Nasional
Sebagian besar hantavirus memang berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus biasanya menyebar melalui urine, kotoran, atau air liur hewan yang mengering lalu terhirup manusia dalam bentuk debu atau droplet.
Namun berbeda dari jenis hantavirus lainnya, strain Andes diketahui memiliki kemampuan langka untuk menular antar manusia meski kasusnya sangat jarang.
Ahli mikrobiologi dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, Dr Gustavo Palacios mengatakan pengalaman dunia dalam menangani Andes hantavirus masih sangat terbatas.












