Menurutnya, sepanjang sejarah kemungkinan hanya terdapat sekitar 300 kasus penularan Andes hantavirus dari manusia ke manusia di seluruh dunia.
“Pengalaman menangani virus ini sangat terbatas,” kata Palacios.
Ia menjelaskan investigasi wabah di Epuyen, Argentina, pada 2018 menunjukkan seseorang berada pada tingkat penularan tertinggi saat mulai mengalami demam. Pada periode singkat tersebut, virus dapat menular relatif mudah melalui kontak dekat.
Wabah di Epuyen sendiri pernah menyebabkan 34 kasus terkonfirmasi dengan 11 kematian setelah penularan terjadi dalam sebuah acara pesta di desa kecil tersebut.
WHO Minta Pengawasan Ketat
WHO menyebut penyebaran virus di kapal pesiar kemungkinan dipicu kombinasi kontak sangat dekat antarmanusia dan paparan hewan pengerat selama pelayaran menuju wilayah satwa liar terpencil.
Para ahli kini menilai langkah pengendalian infeksi menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran lebih luas. Beberapa langkah yang disarankan antara lain isolasi pasien, pelacakan kontak erat, penggunaan protokol kesehatan ketat, dan kebiasaan mencuci tangan secara rutin.
Saat ini MV Hondius masih melanjutkan pelayaran menuju Tenerife dan dijadwalkan tiba pada 10 Mei 2026. Otoritas kesehatan Eropa menyebut sejauh ini belum ada penumpang lain yang menunjukkan gejala baru.
Setibanya di Tenerife, penumpang non-Spanyol yang dinyatakan sehat akan dipulangkan ke negara masing-masing dengan pengawasan kesehatan. Sementara 14 warga Spanyol dijadwalkan menjalani karantina di rumah sakit militer Madrid.












